Pengikatan Barang Jaminan

April 23, 2012 Tinggalkan komentar

terhadap barang-barang yang diterima sebagai jaminan kredit, harus dilaksanakan pengikatan yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum/yuridis. pengikatan yang dapat dipertanggungjawabkan artinya secara hukum/yuridis adalah pengikatan yang dilakukan menurut ketentuan hukum yang berlaku.

Read more…

Dasar Penetapan Nilai Jaminan

April 22, 2012 Tinggalkan komentar

dasar penetapan nilai jaminan:

  • harga buku, yaitu harga beli dikurangi jumlah penghapusan yang pernah dilakukan terhadap barang tersebut
  • harga pasar, yaitu nilai daripada barang-barang tersebut bila dijual pada suatu pelaksanaan penilaian/taksasi

Read more…

Jenis-Jenis Jaminan yang Ideal

April 21, 2012 Tinggalkan komentar

jenis-jenis jaminan yang ideal menurut Subekti, adalah jaminan yang:

  1. dapat secara mudah membantu perolehan kredit oleh pihak yang membutuhkannya
  2. tidak melemahkan posisi (kekuatan) si penerima kredit untuk meneruskan usahanya
  3. memberikan kepastian kepada kreditur dalam arti bahwa yaitu apabila perlu, mudah diuangkan untuk melunasi utang si debitur

Tujuan Pengikatan Jaminan Kredit

April 20, 2012 Tinggalkan komentar
  • memberikan hak dan kekuasaan kepada bank untuk mendapatkan pelunasan dengan barang-barang jaminan tersebut bila nasabah bercidera janji, yaitu tidak bisa membayar kembali utangnya pada waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian
  • menjamin agar nasabah berperan dan atau turut serta dalam transaksi yang dibiayai sehingga kemungkinan nasabah untuk meninggalkan usahanya dengan merugikan diri sendiri atau perusahaannya dapat dicegah, atau minimum kemungkinan untuk berbuat demikian dapat diperkecil
  • memberi dorongan kepada nasabah untuk memenuhi perjanjian kredit khususnya mengenai pembayaran kembali (pelunasan) sesuai dengan syarat-syarat yang telah disetujui agar nasabah tidak kehilangan kekayaan yang telah dijaminkan kepada bank

Jaminan Kredit

April 19, 2012 Tinggalkan komentar

jaminan kredit adalah hak dan kekuasaan atas barang jaminan yang diserahkan oleh nasabah kepada bank guna menjamin pelunasan utangnya apabila kredit yang diterimanya tidak dapat dilunasi sesuai waktu yang diperjanjikan dalam perjanjian kredit.

Read more…

Sanki dari Penerapan SBDK

April 18, 2012 Tinggalkan komentar
  1. pertama, pasal 12/PBI/No.7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah disebutkan bahwa bank yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi administratif dan dapat diperhitungkan dengan komponen penilaian tingkat kesehatan bank.
  2. kedua, dalam PBI 3/22/PBI/2011 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank diatur dalam Pasal 38 ayat 2 dan 3. Ayat 2 menjelaskan bank yang tidak mengumumkan laporan keuangan publikasi triwulan membayar denda paling rendah Rp100 juta dan paling tinggi Rp500 juta. ayat 3 disebutkan bank yang mengumumkan laporan keuangan publikasi triwulanan, namun tidak menyampaikan laporan keuangan publikasi triwulanan kepada BI akan dikenakan sanksi membayar denda Rp30 juta.
  3. ketiga, Pasal 38 ayat 4 huruf a disebutkan bila menurut penilaian BI, laporan keuangan publikasi triwulanan secara material tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dan atau tidak disajikan sesuai ketentuan dalam Peraturan Bank Indonesia ini dan atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku, atau Surat Komentar (Management Letter) dari Akuntan Publik menyatakan adanya kelemahan mendasar dari sistem pelaporan data Bank ke Bank Indonesia, maka setelah diberi peringatan dua kali surat teguran oleh BI dengan tenggang waktu dua minggu untuk setiap teguran, bank tidak memperbaiki dan/atau mengumumkan kembali laporan dimaksud, dikenakan sanksi berupa kewajiban membayar serendah-rendahnya sebesar Rp100 juta dan setinggi-tingginya Rp500 juta.

Tujuan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)

April 17, 2012 1 komentar

  • meningkatkan transparansi mengenai karakteristik produk perbankan termasuk manfaat biaya dan risikonya untuk memberikan kejelasan kepada nasabah dan
  • meningkatkan good corporate governance (GCG) dan mendorong persaingan yang sehat dalam industri perbankan melalui terciptanya disiplin pasar (market discipline) yang lebih baik.
  • mendorong agar perbankan dapat menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong sektor riil yang semakin tampak jelas dari sanksi yang bakal dikenakan oleh BI terhadap bank-bank yang tidak mengimplementasikan peraturan BI.
  • memberikan gambaran tentang penentuan tujuan perusahaan perbankan, kegiatan operasional bank, dan menjamin aktifitas bank dapat berlangsung wajar, aman, serta sesuai peraturan
  • pengumuman SBDK bank, juga akan menguntungkan nasabah perbankan karena bisa mengetahui secara mudah data posisi bunga kredit yang ditetapkan suatu bank, sehingga diharapkan nantinya nasabah yang memilih suku bunga yang rendah mendorong bank-bank lain untuk menurunkan suku bunganya.

Kategori:materi kredit
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.