Beranda > materi kredit > Pengikatan Barang Jaminan

Pengikatan Barang Jaminan


terhadap barang-barang yang diterima sebagai jaminan kredit, harus dilaksanakan pengikatan yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum/yuridis. pengikatan yang dapat dipertanggungjawabkan artinya secara hukum/yuridis adalah pengikatan yang dilakukan menurut ketentuan hukum yang berlaku.

pengikatan dapat dilakukan setelah perjanjian kredit ditandatangani, mengingat perjanjian kredit merupakan perjanjian pokok dari perjanjian perikatan barang-barang jaminan. atau dengan kata lain, perjanjian pengikatan jaminan merupakan accessoir dari perjanjian pokok.

jaminan yang dapat diikat adalah jaminan yang berupa materiil dan inmaterill, dimana jaminan materil terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak, sedangkan jaminan inmateril berupa personal garansi dan coorporate garansi.

adapun pengikatan terhadap benda tidak bergerak berupa hak tanggungan dan hipotik sedangkan pengikatan terhadap benda bergerak berupa gadai dan fiducia.

pengikatan terhadap benda bergerak

gadai

gadai diatur dalam KUH Perdata Buku II Bab XX Pasal 1150-1161, yaitu suatu hak yang diperoleh seorang kreditur atas suatu barang bergerak yang diserahkan oleh debitur untuk mengambil pelunasan dan barang tersebut dengan mendahulukan kreditur dari kreditur lain.

merupakan suatu hak kebendaan yang diperoleh seseorang berpiutang atas suatu benda bergerak milik orang lain, yang semata-mata diperjanjikan dengan menyerahkan penguasaan atas bentuk tersebut yang bertujuan untuk mendapatkan pelunasan utang terlebih dahulu kepada kreditur apabila bentuk tersebut dijual.

sifat pengikatan tidak disyaratkan dengan akta autentik, tetapi sebaiknya dibuat akta notarisnya agar kekuatan pembuktiannya sempurna, baik terhadap nasabah maupun terhadap pihak ketiga.

fiducia

menurut UU KUH Perdata No.42/1999, fiducia yaitu hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dibebani hak tanggungan sebagai agunan bagi pelunasan hutang tertentu yang memberikan kedudukan utama terhadap kreditur lain

merupakan suatu bentuk penyimpangan dari gadai dan timbul karena kebutuhan dalam praktik berdasarkan Arrest Hoge Raad dengan maksud agar barang-barang yang dijaminkan dapat dikuasai dan dipergunakan oleh nasabah. fiducia merupakan suatu perjanjian antara debitur dan kreditur dimana debitur menyerahkan hak milik atas barang-barang bergerak kepada kreditur dengan perjanjian bahwa penyerahan tersebut hanya untuk jaminan atas pembayaran kembali uang pinjaman.

undang-undang tidak mengatur sifat pengikatannya karena fiducia terjadi dalam praktik. akta pengikatan fiducia agar dibuat secara notariil, sedangkan khusus barang-barang yang diikat secara fiducia setiap saat dapat diperbarui di bawah tangan yang biasanya menggunakan laporan persediaan

pengikatan terhadap benda tidak bergerak

Hak Tanggungan

menurut UU KUH Perdata No.4/1996, yaitu jaminan yang dibebankan hak atas tanah, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan suatu ketentuan dengan tanah untuk pelunasan hutang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan pada kreditur terhadap kreditu lain.

Hipotik

merupakan suatu hak kebendaan atas barang-barang tak bergerak untuk mengambil penggantian daripadanya bagi pelunasan suatu pertikaian

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: